Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Suami yang Biarkan Istrinya Tak Berhijab, Tak Akan Dilihat Oleh Allah di Akhirat

Suami mempunyai tanggung jawab besar kepada isteri dan anak-anaknya. Karena semua yang diperbuat anak dan isterinya saat nanti akan dimintai pertanggungjawabanya. Sebagai contoh, misal Anda baik, cantik, tapi ia tak mau menutup aurat? Wah, berarti sang suami harus ekstra sabar menasehati isterinya nih. Lho, kenapa yang repot-repot suaminya, jika sang isteri tidak menutup aurat? Jawabnya ada dalam firman-Nya:

“Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengetahui apa yang mereka perbuat.”

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung,” (QS. An-Nûr [24]:31).

Berdasarkan ayat di atas, perintah menutup aurat itu wajib diberlakuan untuk semua muslimah, termasuk isteri kita. Oleh karena itu, sebagai seorang suami yang sholeh dan bijak, tentu kita harus menasehati pasangan hidup kita agar tidak mendapatkan dosa karena melalaikan perintah Allah SWT di atas. Terlebih, sebagai seorang suami itu memiliki tanggungjawab untuk mendidik anak-anak dan isterinya agar menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dimana semua amanah itu kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.

Selain itu, jika seorang suami membiarkan isterinya mengumbar aurat maka ia akan termasuk dalam salah satu ciri laki-laki yang tidak akan dilihat Allah SWT pada hari kiamat. Salah satunya adalah dayuts, yaitu laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya. Perbuatannya disebut diyatsah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga orang yang tidak akan dilihat Allah pada hari kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang meniru gaya laki-laki, dan dayuts.”(HR. An Nasa’i dan Ahmad).

Adapun salah satu bentuk perbuatan diyatsah atau sikap laki-laki dayyuts yaitu membiarkan istrinya tidak menutup aurat. Sebab, menutup aurat adalah kewajiban seorang muslimah. Tidak ada satu pun ulama yang mengingkari kewajiban menutup aurat. Sedangkan aurat wanita menurut jumhur ulama adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.

Oleh karena itu, jika kita sebagai seorang suami tidak ingin terkategori dalam ciri laki-laki dayuts, maka mulai saat ini kita nasehati isteri kita secara ma’ruf, baik langsung maupun tidak langsung.

Cara menasehati langsung misalnya dengan menjelaskan perintah Allah SWT tentang kewajiban menutup aurat bagi perempuan muslim, tentu menasehatinya dengan cara ma’ruf tanpa harus membentak-bentak atau memarahinya.

Sementara cara menasehati tidak langsung misalnya dengan memberikan video ceramah-ceramah atau buku-buku tentang kewajiban menutup aurat. Semoga kita para suami diberikan kesabaran dan kelapangan hati untuk mendidik isteri kita agar menjadi lebih baik lagi. Waallahu’alam.

Sumber: wajibbaca.com

Apakah Benar Bumi Ini Kelak Menjadi Padang Mahsyar? Baca Penjelasan Ini


Setelah hari kiamat, manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk dihisab, diperhitungkan segala amal.

Apakah bumi yang ditempati manusia saat ini akan menjadi Padang Mahsyar kelak? Jika iya, bagaimana mungkin akan muat menampung milyaran orang sejak Nabi Adam hingga manusia terakhir? Jika tidak, lalu di manakan Padang Mahsyar itu?

Para ulama memiliki penjelasan soal ini.

Pertama, mengimani adanya Padang Mahsyar dan Yaumul Hisab (hari perhitungan) adalah bagian dari iman kepada hari kiamat yang merupakan rukun iman kelima. Setiap muslim wajib percaya bahwa kelak setelah hari kiamat, seluruh manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan di padang mahsyar untuk dihisab.

Mengimani adanya Padang Mahsyar dan Yaumul Hisab (hari perhitungan) adalah bagian dari iman kepada hari kiamat yang merupakan rukun iman kelima

Kedua, para ulama berbeda pendapat tentang apakah bumi ini akan menjadi Padang Mahsyar atau Padang Mahsyar itu merupakan “bumi” yang lain.

Sebagian ulama berpendapat bahwa bumi yang sekarang ditempati manusia inilah yang akan menjadi Padang Mahsyar. Berdasarkan firman Allah:

"Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, dan apabila bumi diratakan, dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya)" (QS. Al Insyiqaq: 1-5)

Menurut sebagian ulama tersebut, ayat ini menjelaskan tentang kiamat hingga yaumul hisab, dan tempat yaumul hisab itu adalah bumi yang sama dengan bumi yang ditempati manusia saat ini.

Bagaimana muat? Menurut mereka seperti dipaparkan Syaikh Mahir Ahmad Ash Shufi dalam Al Ba’tsu wa An Nusyur, buminya sama tetapi bumi ini akan diubah sifatnya. Yakni diratakan sehingga tidak ada gunung, bukit dan lautan, semuanya rata. Itulah makna ayat ketiga dalam surat Al Insyiqaq menurut ulama yang mengikuti pendapat bahwa bumi ini kelak menjadi Padang Mahsyar.

Pendapat ini juga didasarkan dengan hadits:

“Pada hari kiamat kelak, bumi akan diratakan bagaikan kulit yang disamak dan seluruh makhluk akan dikumpulkan” (HR. Hakim; shahih)

Pendapat kedua menyatakan bahwa Padang Mahsyar bukanlah terjadi di bumi yang ditempati manusia sekarang ini melainkan “bumi” yang lain.

Pendapat ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit” (QS. Ibrahim: 48)

“Bumi akan hilang dan lenyap,” kata Az Zuhri seperti dikutip Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari, “sementara bumi di mauqif (padang mahsyar) akan muncul dalam bentuk baru.”

Ibnu Abbas sebagaimana dikutip Imam Ath Thabari dalam tafsirnya juga menyimpulkan bahwa Padang Mahsyar bukanlah di bumi yang ditempati manusia sekarang. Dan inilah pendapat yang lebih kuat dan dipakai jumhur ulama. Wallahu a’lam bish shawab.

Sadarkah.. Kalian yang Suka Menitipkan Anak Pada Orang Tua Kalian, Ketahuilah Dosa nya…!


Di zaman saat ini ini, tak sedikit para ibu yang punyai pekerjaan di luar tempat tinggal menitipkan anaknya kepada kakek atau neneknya, entah semata-mata memberi sebagai bentuk bakti atau serupa gaji karena anak dititipi.

Tak dapat disangkal bahwa kewajiban mendidik anak adalah tanggungjawab utama orangtua kandung, karena mereka adalah amanat mulia yang dititipkan Allah pada kita dan insyaallah bisa menjadi investasi amal kebajikan di kemudian hari.

Namun, alih-alih memanfaatkan kesempatan menanamkan buah kebajikan pada anak, banyak orangtua yang mengalihkan sebagian besar waktu penjagaan kepada orang lain khususnya kepada ibu sendiri atau ibu mertua. Salah satu alasannya adalah demi mengejar karir.

Dalam masalah ini, cobalah kita bertanya pada diri kita sendiri dengan nurani. Apakah perbuatan kita tersebut bisa dikatakan benar dan bisa dibenarkan secara syariat atau tak?

Pertama, tanyakan dalam hati sanubari kita, apa sebenarnya yang melandasi perbuatan tersebut? Apakah karena orangtua kita lebih baik dalam mendidik anak-anak kita  Atau hanya demi mengejar karir?

Kedua, pastikan apakah orangtua kita merasa terhibur dengan kehadiran cucu-cucu di rumahnya setiap hari? Atau malah mengganggu kesibukan mereka, orangtua kita dengan usianya yang semakin senja dan tubuh yang tak seoptimal dahulu malah merasa kelelahan dan terbebani.

Apalagi jika kita tak memberikan bakti berupa uang lagi setelah orangtua kita berhenti menjaga anak-anak kita. takkah hal itu akan membuat orangtua merasa bahwa mereka hanya digaji karena menjaga anak-anak kita?

Perhatikanlah, jika niat kita hanya meraih jenjang karir yang tinggi kemudian orangtua terbebani maka perbuatan kita termasuk dzalim dan hal itu merupakan dosa.

Dosa karena telah mengesampingkan kewajiban mendidik anak sekaligus mendzalimi orangtua kita. Naudzubillah min dzalik.

Masya Allah, Ternyata Inilah 4 Waktu Utama Bersedekah Agar Pahalanya Berlipat Ganda, Tidak Banyak yang Mengetahuinya


Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Selain bernilai pahala, memberikan sedekah juga memiliki beberapa keutamaan bagi mereka yang mengamalkannya. Bahkan meskipun hanya bersedekah sedikit saja, namun sangat berharga di sisi Allah SWT.

Setiap kaum muslimin hendaknya senantiasa bersedekah karena di dalam harta yang diperolehnya tersebut terselip hak dari orang lain yang membutuhkan. Itulah penyebabnya banyak orang yang berlomba-lomba untuk bersedekah setiap waktu. Meskipun rajin bersedekah setiap waktunya. Namun, tidak semua sedekah itu bernilai afdol atau utama. Lalu kapankah waktu utama untuk bersedekah? Berikut ini penjelasan Rasulullah SAW mengenai aktivitas bersedekah yang paling utama.

“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhari)

Dari hadist di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sedekah yang paling utama itu ada empat, antara lain:

1. Dalam Keadaan Sehat Lagi Loba
Waktu sedekah paling utama yaitu ketika orang tersebut dalam keadaan sehat lagi loba yakni sangat berambisi mengejar keuntungan duniawi. Hal ini bisa diartikan ia masih muda dan masa depan hidupnya dihiasi dengan beraneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seseorang yang sukses dalam karir dan bisnisnya.

Biasanya dalam mencapai keinginan tersebut, orang-orang ini akan merasa sangat sulit dan malas mengeluarkan hartanya untuk bersedekah. Hal tersebut dikarenakan semua harta yang miliki ia pusatkan dan curahkan untuk modal mencapai kesuksesan yang diinginkannya tersebut.

Akan ada banyak alasan yang terucap jika disuruh bersedekah dalam waktu ini. Salah satu dalihnya adalah untuk berinvestasi. Itulah penyebab mengapa mereka menunda-nunda niat bersedekah dengan harta yang dimiliki. Maka bersedekah dalam waktu ini menjadi waktu yang paling utama untuk dilakukan agar menghindarkan mereka dari sifat kikir.

2. Dalam Keadaan Sangat ingin Menjadi Kaya
Waktu utama kedua untuk bersedekah adalah ketika dalam keadaan sangat ingin menjadi kaya. Rasulullah SAW seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi
kaya.

 Orang yang sedang berambisi menjadi kaya lalu ia bersedekah maka ia merupakan tipe orang yang tidak ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri namun juga berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Ia juga akan terhindar dari sifat tamak seperti halnya Qarun.

Qarun merupakan tokoh kaya yang hidup pada zaman dahulu yang merasa bahwa harta yang diperoleh berasal dari keringat dan kerja kerasnya sendiri tanpa pernah mengaitkannya dengan Allah SWT. Firman Allah yang artinya:

“Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".(QS Al-Qshshash ayat 78)

Maka, ketika seseorang ingin menjadi kaya, dan ia rajin bersedekah maka ia akan lebih merasa ketenangan dalam dirinya karena senantiasa mengingat Allah dan mengamalkan perintah-Nya untuk membantu sesama.

3. Keadaan Sangat Khawatir Menjadi Miskin
Waktu yang ketiga yaitu saat si pemberi sedekah berada dalam kondisi sangat khawatir menjadi miskin. Namun, bagi kaum beriman walaupun perasaan yang demikian menghinggapinya ia tidak pernah ragu untuk bersedekah. Hal ini menjadi wujud bahwa orang tersebut senantiasa bertawakal kepada Allah dalam keadaan apapun.

Ia menyadari bahwa jika Allah menghendaki maka ia bisa saja jadi miskin atau kaya dalam sekejab. Orang yang seperti ini sudah menjadikan sedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:

”... yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)

4. Tidak dalam Keadaan Menjelang Kematian
Waktu utama terakhir untuk bersedekah adalah tidak dalam keadaan menjelang kematian. Rasulullah SAW sangat mewanti-wanti umatnya jangan sampai baru ingin bersedekah ketika ajal sudah dekat. Karena hal yang demikian ini bukan lagi dikatakan sedekah melainkan harta waris.

Selain itu, melakukan sedekah saat ajal sudah dekat berarti bahwa ia dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain. Itulah sebabnya Rasulullah lebih menghargai orang yang masih muda dan sehat untuk bersedekah dari pada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berpikir untuk bersedekah.


Demikianlah ulasan mengenai empat waktu yang paling utama untuk bersedekah. Setelah mengetahui hal ini, ada baiknya sebagai kaum muslimin kita melaksanakan amalan tersebut agar Allah senantiasa memberikan perlindungan dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Ternyata Penemu Angka Adalah Ilmuan Islam. Tanpa Angka Tak Akan Ada Komputer, Facebook dan Twitter


Perkembangan teknologi informasi yang ada saat ini seakan diklaim 100% berasal dari Barat dan Umat Islam tidak memiliki kontribusi sama sekali, klaim tersebut ternyata salah.

Tahukan anda jika penemu angka yang bisa kita lihat saat ini merupakan Ahli Matematika Muslim bernama Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi

Tanpa ditemukan angka sangat mustahil perkembangan teknologi akan seperti saat ini, tak akan ada penemuan komputer, facebook dan twitter.

Angka 1 memiliki satu sudut, sedangkan 4 memiliki empat sudut, 0 tidak ada sudut. dan sebagainya.

Al-Khwarizmi memiliki pendekatan sistematis untuk memecahkan persamaan linear dan kuadrat yang kemudian dikenal dengan Aljabar dan Algoritma.

Al-Khwarizmi merupakan ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar.

Al-Khwārizmī juga berperan penting dalam memperkenalkan angka Arab melalui karya Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind yang kelak diadopsi sebagai angka standar yang dipakai di berbagai bahasa serta kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12.

Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.

Kontribusinya tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata “aljabar” berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam bukunya.

Kata algorisme dan algoritma diambil dari kata algorismi, Latinisasi dari namanya. Namanya juga di serap dalam bahasa Spanyol, guarismo, dan dalam bahasa Portugis, algarismo bermakna digit.

Rasulullah SAW Melarang Anak-anak Keluar Rumah Menjelang Maghrib, Ini Alasannya. Muslim Harus Mengetahuinya


Salah satu sholat yang dilakukan saat kondisi bumi berpindah dari siang ke malam adalah shalat maghrib. Biasanya orang tua yang mengetahui anaknya tengah main saat harusnya orang shalat maghrib tersebut langsung menyuruh anaknya untuk masuk ke rumah.

Konon mitos larangan keluar saat maghrib ini dikarenakan banyak setan atau jin yang bergentayangan di luaran sana. Namun jika waktu maghrib sudah berlalu, orang tua pun membiarkan kembali anak-anaknya untuk bermain di luar.

Tentunya bagi umat Islam, pelarangan yang dilakukan oleh orang tua tersebut hanya merupakan mitos yang disampaikan secara turun temurun. Biasanya orang tua yang melarang hal tersebut juga pernah mengalami larangan oleh kakek atau neneknya dan tidak mengetahui apakah larangan tersebut ada dalam Al Quran ataupun Hadist.

Namun ternyata setelah diselidiki, memang ada dalam Hadist Nabi dijelaskan bahwa saat maghrib, setan dan jin tengah berkeliaran. Benarkah hal tersebut? Bisakah dijelaskan dengan cara ilmiah? Ternyata sekali lagi Al Quran memang menjadi sebuah kitab yang kebenarannya tidak diragukan lagi dan bisa dijelaskan dengan ilmiah.

Isi hadist tersebut berbunyi “Jangan kalian membiarkan anak-anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam” (Dari Jabir dalam Shahih Muslim).

Dalam Shahih Muslim juga dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Jika sore hari mulai gelap, tahanlah bayi-bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu. Jika sesaat dari malam telah berlalu, maka lepaslah mereka, kunci pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah dan tutup tempat makanan kalian dan sebutlah nama Allah meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya”.

Hadist yang disampaikan tadi ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Hal ini dijelaskan oleh Prof.DR.ir H. Osly Rachman, MS dalam buku yang berjudul “The Science Of Shalat” terbitan Qultummedia.

Penulis tersebut menyampaikan bahwa saat menjelang maghrib, alam akan berubah spektrum cahaya berwarna kemerahan. Cahaya tersebut merupakan gelombang elektromagnetik yang setiap warnanya memiliki perbedaan energi, frekuensi serta panjang gelombang yang berbeda.

Perubahan spektrum tersebut ternyata selaras dengan frekuensi bangsa jin dan iblis yaitu spektrum merah. Iblis dan Jin akan bertambah kuat karena memiliki gelombang yang sama dengan alam dunia. Dengan tumpang tindihnya gelombang membuat penglihatan seperti tak jelas dan terjadi fatamorgana.

Agama Islam menjelaskan bahwa setan akan datang bersamaan dengan datangnya malam untuk tujuan mencari tempat tinggal. Bahkan dikatakan bahwa setan yang satu akan takut pada setan yang lainnya sehingga mereka harus mencari tempat berlindung akan hal tersebut.

Dengan gerak berkecepatan melebihi manusia, setan-setan tersebut akan mencari tempat berlindung seperti wadah kosong, rumah kosong dan bahkan duduk diantara orang-orang yang tengah duduk.

Manusia tidak akan menyadarinya karena memang setan tidak kasat mata. Setan hanya ingin berlindung dari penindasan setan lain yang berkeliaran di dunia luar. Secara singkat hanya setan yang kuatlah yang bisa berkeliaran dengan bebas.

Kadang setan menggangu anak kecil agar bisa mendapat tempat bernaung. Bahkan dalam popok bayi yang kotor pun setan akan berlindung. Ini karena popok yang kotor terdapat najis dan setan menyukai hal tersebut sebagai tempat berlindung.

Bagi Anda sebagai orang tua tentu beberapa pernah melihat anak-anak yang menjerit tiba-tiba dan bahkan menggelepar dalam tidurnya. Itu dikarenakan gangguan iblis yang merasukinya agar bisa menjadi tempt bernaung.

Saat maghrib pun kita disarankan untuk menjauhi hewan-hewan seperti kucing, burung serta mengurangi kecepatan saat berkendaraan. Karena bisa jadi kita akan menbrak hewan yang sudah dirasuki oleh setan. Kita juga tidak disarankan untuk duduk di tempat yang sepi atau melemparkan batu ke air.

Meski awalnya hanya sebuah mitos, namun dengan mengetahuinya bahwa Rasulullah pun menjelaskannya dalam hadist dan bisa dijelaskan secara ilmiah, sudah sepatutnya untuk kita sebagai orang tua agar menjaga anak-anak kita dari waktu tersebut.


Alangkah baiknya juga melaksanakan shalat maghrib berjamaah baik itu di Masjid ataupun di rumah bagi perempuan agar terhindar dari gangguan setan dan jin.

Kisah Mualaf dari Korea: Ternyata Yesus Tak Pernah Mengaku Sebagai Tuhan


Bismillah. Namaku Abdurrouf Park asli Korea. Aku lahir tahun 1986 dari keluarga Kristen yang taat. Sejak kecil aku sudah akrab dengan Bible dan menjadi pengikut Tuhan yang setia. Namun itu semua berubah saat aku mulai mempertanyakan keyakinanku. Aku bingung dan mulai bertanya-tanya ‘Siapakah Tuhan yang sebenarnya itu? Lalu siapakan Tuhan Yesus itu? Siapakah yang aku sembah selama ini?’

Aku mulai menyadari bahwa Yesus sendiri tak pernah mengklaim dirinya sebagai Tuhan atau pun anak Tuhan. Tapi anehnya, keyakinan Kristen malah meyakini Yesus sebagai anak Tuhan atau bahkan sebagai Tuhan itu sendiri. Itu artinya keyakinan Kristen bertentangan dengan ajaran Yesus yang tak pernah mengakui dirinya sebagai Tuhan.

Bible sendiri memunyai banyak kelemahan dan hal-hal membingungkan di dalamnya. Itulah mengapa banyak orang yang meragukan isi Bible. Berangkat dari sinilah kemudian orang-orang berhenti memeluk agama Kristen dan tidak lagi berbuat baik. Hilangnya keimanan dalam diri orang Kristen membuat mereka mudah sekali mengambil jalan pintas dengan bunuh diri.

Aku pun berdoa dan berharap supaya menemukan jalan kebenaran yaitu agama yang sesungguhnya. Aku mengunjungi banyak gereja untuk mencari kebenaran ini. Tapi semakin banyak gereja yang kukunjungi aku pun semakin bingung. Begitu banyak aliran dalam Kristen sehingga membuatku menghentikan pencarian ini. Hingga satu hari aku membaca buku tentang agama-agama di dunia dan dari situlah aku tahu tentang Islam. Inilah agama sejati yang selama ini kucari. Setelahnya, kubaca semua buku di perpustakaan yang bertema keislaman.

Aku benar-benar tak tahu apa-apa tentang Islam sebelum ini. Dan sekarang aku tahu bahwa Islam itu meyakini adanya satu Tuhan, Yesus adalah nabi dan Muhammad adalah nabi terakhir utusan Allah. Alhamdulillah pada tanggal 30 Desember 2009 aku pun bersyahadat dan menjadi seorang Muslim. Sejak masuk Islam, aku langsung melibatkan diriku dengan aktivitas dakwah untuk menggugah kesadaran pada banyak orang tentang Islam. Aku sangat paham pentingnya dakwah untuk menyebarkan agama Islam.

Korea adalah negara yang sedang dalam tahap emergensi atau kritis untuk segera diselamatkan dengan Islam. Orang-orang tidak tahu makna kebenaran dalam hidupnya dan mulai kehilangan kepercayaan pada agama dan juga pada sesama. Hilangnya harapan dan tujuan hidup ini membuat orang Korea sangat mudah memutuskan untuk mati saja (bunuh diri) bahkan tanpa perlu adanya perang, penyakit dan lain-lain.

Aku serius berdakwah dengan mengerjakan beberapa website untuk mengenalkan Islam. Sambil jalan, aku pun memutuskan belajar Islam langsung di pusatnya yaitu kota Madinah. Tidak mudah di usiaku seperti ini tapi tak ada sesuatu yang tak mungkin untuk memulai kebaikan, bukan? Semoga saja dengan kiprahku yang sedikit ini, Korea akan lebih mengenal Islam dengan lebih baik. Insya Allah.

Kemunculan Binatang Ini Sebagai Pertanda Bahwa Datangnya Kiamat Tidak Lama Lagi. Binatang Apakah Itu?

gambar hanya ilustrasi

Kiamat adalah misteri yang hanya Tuhan yang mengetahui kapan terjadinya. Meski demikian, Allah memberikan petunjuk kepada umat manusia tentang tanda-tanda kehadiran kiamat tersebut. Salah satu yang menjadi pertanda akan datangnya kiamat adalah munculnya binatang yang bernama Dabbah.

Datangnya binatang Dabbah adalah pertanda lain diantara pertanda lain yang paling terkenal, yaitu matahari terbit yang dari barat.

Binatang ini bernama Dabbah dan berkali-kali disebut Rasulullah SAW sebagai salah satu tanda dekatnya kiamat. Selain Itu, Allah juga pernah menyebut Dabbah dalam Alquran.

“Apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan seekor dabbah (binatang) dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

Dabbah disebut-sebut sebagai binatang melata yang keluar dari bumi, ia bisa berbicara kepada manusia dan memilah-milah mana mukmin dan mana kafir.

Rosulullah SAW mengatakan jika Dabbah ini adalah salah satu pengingat manusia untuk segera bertaubat. Sebab, ada beberapa petanda yang jika muncul maka pintu taubat akan ditutup. Salah satu diantara tanda ditutupnya pintu taubat tersebut adalah munculnya Dabbah.

“Ada tiga perkara yang jika keluar maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya; atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya. Ketiga perkara itu adalah: terbitnya matahari dari barat, Dajjal dan binatang bumi.” (HR. Muslim)

Beliau juga pernah menyampaikan sabdanya: “Bersegeralah kalian beramal (sebelum datangnya) enam perkara… (beliau menyebutkan di antaranya) dabbah.” (HR. Muslim).

Dabbah yang muncul tersebut akan mampu berbicara kepada manusia dan kemudian menempelkan tanda atau cap kepada wajah-wajah manusia. Ia memberikan tanda pembeda antara orang beriman dan kafir. Tanda untuk orang yang beriman adalah wajah yang bercahaya, sedangkan yang tidak, tandanya diberikan dibagian hidung sebagai tanda kekufurannya.

Disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dalam Majma’uz Zawaid VIII/ 7-8, dari Hudzaifah bin Asid secara marfu’, bahwa Dabbah akan muncul dari Mekkah, keluar dari Masjid paling mulia. Kemunculannya membuat bumi bergetar.

“Dabbah akan keluar dari masjid yang paling besar, tatkala mereka (sedang duduk-duduk tiba-tiba bumi bergetar) ketika mereka sedang demikian tiba-tiba bumi terbelah.”

Banyak selisih pendapat mengenai rupa dari bintang ini. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah anak onta Nabi Shalih, ketika induknya dibunuh ia kabur kemudian ada batu yang terbuka lalu dia masuk ke dalamnya, kemudian ia kembali tertutup maka anak onta ini berada di situ sampai akhirnya ia keluar dalam bentuk binatang ini. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah bibit penyakit.


Wallahualam bishawab

Masya Allah, Satu Gereja Masuk Islam Setelah Mendengar Penjelasan Ini!


Sahabat yang dimuliakan oleh Allah SWT dan selalu diberi lindunganNYA, ada sebuah kisah nyata seorang pemuda muslim yang tinggal di Amerika. Semoga Allah memberikan kita kekuatan dakwah seperti pemuda ini.

Ada seorang pemuda Arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika.  Pemuda ini merupakan salah seorang manusia yang diberi nikmat oleh Allah berupa ilmu tentang agama Islam, bahkan ia mampu mendalaminya.  Selain sebagai seorang pelajar, ia juga seorang juru dakwah Islam.  Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani.  Hubungan mereka akrab.  Keakraban pemuda Arab itu dengan seorang Nasrani dilandasi harapan semoga Allah memberinya hidayah untuk masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika, dan melintas di depan sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut.  Si Nasrani akan memasuki gereja tersebut, dan meminta agar pemuda Arab itu turut masuk ke dalam gereja.  Semula pemuda Arab tersebut keberatan dengan permintaan temannya itu, namun karena ia terus didesak, akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaan si Nasrani itu.  Lalu masuklah ia ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta gereja itu masuk, para hadirin serentak berdiri untuk memberikan penghormatan. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika memandang para hadirin.

Baca Juga
Subhanallah, Pria Ini Tetap Meneruskan Shalatnya Meskipun Dibakar Hidup-Hidup. Lihatlah Keteguhan Iman Dia Kepada Yang Maha Kuasa
Sedih, Mantan Ajudan Era Soekarno: Kandang Ayam Lebih Baik Daripada Rumah Saya. Ini Sosok Ajudan Tersebut

Ia pun berkata : “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku berharap ia keluar dari sini.”

Pemuda Arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya.

Hingga akhirnya pendeta itu berkata : “Aku minta ia keluar dari sini dan aku akan menjamin keselamatannya.”

Barulah pemuda Arab itu beranjak keluar. Di ambang pintu, ia bertanya kepada si Pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim?”

Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”

Kemudian ia hendak beranjak keluar. Namun si Pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Tujuannya untuk memojokkan dan mempermalukan pemuda tersebut, sekaligus mengokohkan agama dan gerejanya.

Si Pendeta berkata, “Aku akan membiarkan anda keluar dari tempat suci ini setelah aku mengajukan kepada anda 22 pertanyaan, dan anda harus menjawabnya dengan tepat”

Sang pemuda Arab tersebut tersenyum dan berkata, “Silahkan!”

Sang Pendeta pun mulai bertanya dengan pertanyaan yang tidak masuk akal:

Sebutkan satu yang tidak akan ada duanya ?
Dua yang tidak akan ada tiganya?
Tiga yang tidak akan ada empatnya?
Empat yang tidak akan ada yang limanya?
Lima yang tidak akan ada enamnya?
Enam yang tidak akan ada tujuhnya?
Tujuh yang tidak akan ada delapannya?
Delapan yang tidak akan ada sembilannya?
Sembilan yang tidak akan ada sepuluhnya?
Sesuatu yang bernilai sepuluh?
Sebelas yang tidak akan ada dua belasnya?
Dua belas yang tidak akan ada tiga belasnya?
Tiga belas yang tidak akan ada empat belasnya?
Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh?
Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
Siapakah yang berdusta namun masuk ke surga?
Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia mencelanya?
Sebutkan makhluk yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang di’adzab dengan api dan siapakan yang terpelihara dari api?
Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang di’adzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?

Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan 2 di bawah sinaran matahari?


Mendengar pertanyaan yang aneh dan dibuat-buat tersebut pemuda itu pun tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca bismillah ia berkata:

Satu yang tidak mungkin ada duanya ialah Allah
Dua yang tidak mungkin ada tiganya ialah malam dan siang. Allah berfirman:
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Surat Al Isra’, ayat 12)
Tiga yang tidak mungkin ada empatnya ialah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan perahu, membunuh seorang anak kecil, dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh. (Surat Al Kahfi, ayat 71-82).
Empat yang tidak mungkin ada limanya ialah empat kitab samawi: Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
Lima yang tidak mungkin ada enamnya ialah shalat lima waktu.

Enam yang tidak mungkin ada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah menciptakan makhluk.

Ayah, Maafkan Aku. Aku Telah Memperberat Hisabmu di Akhirat Nanti


Ayah, maafkan aku. Aku telah memperberat hisabmu di akhirat. Padahal aku tau bahwa setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawaban.

Kau adalah pemimpin keluarga, sedangkan aku masih saja berbuat dosa serta tak taat padamu dan ibunda.

Ayah maafkan aku, telah membuatmu berat menjawab jika Allah bertanya, “Wahai hambaku, bagaimana kabar anakmu. Mengapa dia tidak taat kepadaKu?”

Ayah, aku sungguh minta maaf. Karena aku berkata mencintaimu. Tapi aku tak menghiraukan hisabmu nanti di akhirat. Padahal kau telah susah payah membesarkanku. Dan kau susah payah mencari nafkah untukku. Sedangkan aku masih saja terlena oleh maksiat kepadaNya.

Sungguh terlalu hati ini. Hati seorang anak yang tak peduli terhadap nasib ayahnya di akhirat.

Saat Allah perintahkan menutup aurat, kenapa diri ini malah enggan?
Saat Allah perintahkan untuk sholat, kenapa diri ini masih malas-malasan?
Dan saat Allah melarang pacaran, mengapa diri ini malah menentang?

Kita terlena oleh nafsu syaitan, sedangkan kelak ayah kita tertatih dalam hisab yang Allah tetapkan.

Kita tertawa bersama kelalaian dunia, sedangkan ayah kita mungkin menangis sebab kau belum bertaqwa.

Ya Allah, kekalkan hidayahmu kedalam hati hamba. Jadikan ia pelita dalam gelapnya nafsu syaitan. Dan jadikan ia payung dalam hujannya fitnah dunia yang hina ini.

Ayah, semoga aku dapat menjadi penyejukmu di akhirat kelak.

Dan maaf ayah, jika selamat ini aku telah memberatkan hisabmu di akhirat nanti.

Inilah 12 Waktu Paling Mustajab Untuk Berdo'a Meminta Pertolongan Allah yang Jarang Diketahui Banyak Orang


Allah memberikan setiap waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeza-beza, di antaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang mensia-siakan kesempatan yang baik tersebut. Mereka menyangka bahawa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeza. Setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kejayaan, keuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajaba tersebut antara lain ialah

1.Sepertiga Akhir Malam
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

“Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga berbaki sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”. (Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150)

2. Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang yang Berpuasa
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahawa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada doa yang tidak ditolak”. (Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17),

3. Setiap Selepas Shalat Fardhu
Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengari oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baginda Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab.

“Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu”. (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782).

4. Ketika Saat Perang Berkecamuk
Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa ketika saat adzan dan doa ketika perang berkecamuk”. (Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa’ 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta’liq Alal Misykat 1/212 No. 672).

5. Sesaat ketika Hari Jum’at
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahawa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidaklah bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut”. (Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuah 3/5-6)

Waktu yang sesaat itu tidak boleh diketahui secara tepat dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeza-beza, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari 11/203.

Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada ketika saat imam atau khatib naik ke mimbar sehingga selesai shalat Jum’at atau sehingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

6. Ketika Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah

Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

“Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya”. (Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595)

Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.(An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190)

Yang dimaksudkan dengan “ta’ara minal lail” terbangun dari tidur pada malam hari.

7. Doa Di antara Adzan dan Iqamah
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Doa tidak akan ditolak di antara adzan dan iqamah”. (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139)

8. Doa Ketika Waktu Sujud di Dalam Shalat
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhl ah berdoa keraan saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48)

Yang dimaksudkan adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.

9. Ketika Saat Sedang Hujana
Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

“Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan”. (Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3078).

Imam An-Nawawi berkata bahawa penyebab doa pada waktu hujan tidak ditolak atau jarang ditolak ialah kerana pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340).

10. Ketika Saat Ajal Tiba
Dari Ummu Salamah bahawa Rasulullah ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapati kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau ‘alaihi wasallam memejamkannya kemudian bersabda.

“Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya’ . Semua keluarga histeria. Baginda ‘alaihi wasallam bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, kerana para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan”. (Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38)

11. Ketika Lailatul Qadar
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sehingga terbit fajar”. (Al-Qadr : 3-5)

Imam As-Syaukani berkata bahawa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56)

12. Doa Ketika Hari Arafah
Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari datuknya bahawasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


“Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah”. (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta’liq alal Misykat 2/797 No. 2598)

Mengapa Sesudah Menikah Istri Terlihat Kalah Cantik Dibanding Perempuan Lain. Ternyata Ini Jawabannya


Seorang suami mengadukan apa yang ia rasakan kepada seorang Syekh. Dia berkata:

“Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini.
Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia.
Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya.

Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku.”

Syekh berkata:

“Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah daripada yang engkau alami saat ini!?”

Laki-laki penanya: “Iya, mau.”

Syekh: “Sekalipun engkau mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini, pasti anjing-anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada wanita manapun.”

Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”

Syekh itu melanjutkan:
“Masalah sesungguhnya bukan terletak pada istrimu, tapi terletak pada hati rakusmu dan mata keranjangmu. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah kuburan.”

Rasulullah bersabda:
“Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat”.

Lalu Syekh itu bertanya, “Apakah engkau ingin istrimu kembali seperti dulu, menjadi wanita terindah di dunia ini?”

“Iya Syekh,” jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.

Syekh:“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram… Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan suatu yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan yang sempurna di dalam barang halal tersebut.

Semoga bermanfaat

5 Kisah Nyata Keajaiban Bersedekah yang Bikin Setiap Orang Membacanya Akan Rutin Bersedekah


Sudah bukan rahasia lagi jika salah satu cara cepat kaya tapi halal adalah dengan sedekah. Memang secara logika, sedekah akan membuat milik kita berkurang alias minus. Namun dipandang dari kacamata Islam, sedekah justru malah menambah. Jadi, makin kita banyak mengeluarkan, makin banyak pula yang kita dapatkan..

Mengenai sedekah yang justru menambahkan bisa kita tengok dalam Surat Al-An’am ayat 160. Allah berfirman jika untuk sebuah sedekah maka 10 kali lipat balasannya, dan ini adalah janjiNya. Jadi, rasanya tak perlu kita mempertanyakan keabsahan dari fadilah sedekah ini.

Nah, sekarang kita bicara bukti. Ya, tentu saja banyak sekali orang-orang yang sudah merasakan khasiat sedekah ini. Percaya atau tidak, satu sedekah memang nyaris dibayar 10 kali lipat, bahkan seringkali lebih. Berkat khasiat sedekah pula banyak orang-orang yang kemudian karirnya sukses, jadi orang kaya dan sebagainya. Berikut adalah kisah fenomenal orang-orang yang sudah membuktikan janji Allah perihal sedekah tersebut.

1. Kisah Sedekah Berbalas Seribu Kali
Suatu ketika ada seorang pria paruh baya yang ingin menghadiri sebuah pengajian. Namun langkahnya terhenti gara-gara vespanya mogok tiba-tiba. Uang dikantung tinggal Rp 5000. Sayangnya, pom bensin jalannya berlawanan dengan tempat pengajian. Kemudian lantaran takut telat, pria ini pun mendorong vespanya ke tempat pengajian dan akan mengisi bensin nanti.

Siapa yang menyangka jika pengajian saat itu membahas sedekah. Di akhir tausiah, sang ustad menghimbau jamaah untuk melakukan sedekah dalam rangka membantu masjid. Sang pria pun bingung, hanya Rp 5000 yang dimilikinya. Bahkan nanti mau dibelikan bensin. Setelah berdebat dengan diri sendiri, pria ini pun menyedekahkan uang satu-satunya itu.

Benar saja, ia harus mendorong vespanya yang berat itu. Sempat muncul sedikit sesal hingga akhirnya sebuah mobil menghampirinya. Ternyata rekan satu jamaah si pria tersebut. Lalu setelah ngobrol singkat, teman si pria ini membelikan seliter bensin seharga Rp 10 ribu. Tak cuma itu, ketika hendak pulang teman si pria ini memberikan sebuah amplop yang belakangan diketahui isinya lima juta utuh.

2. Sedekah Untuk Membeli Pekerjaan
Sabrina tak pernah menyangka jika mencari kerja ternyata sesulit ini. Ya, wanita satu ini sudah beberapa tahun menganggur setelah lulus kuliah. Bukannya tak berusaha, tapi Sabrina sudah memberikan banyak amplop coklat berisi lamaran ke banyak perusahaan. Sayangnya, tak ada satu pun yang memanggilnya kerja.

Hingga suatu ketika ia teringat akan sedekah yang konon bisa mempermudah urusan. Maka kemudian ia mencoba melakukan sedekah tersebut. Sempat ada panggilan, namun sayangnya Sabrina tak bisa masuk kualifikasi.

Meskipun masih tetap gagal, Sabrina konsisten untuk bersedekah.Hingga suatu ketika keajaiban benar terjadi. Ia mendapatkan panggilan interview dan akhirnya lolos. Kini Sabrina bisa sangat tenang hidupnya dengan gaji yang menurutnya sudah lebih dari cukup.

3. Sedekah Bisa Juga untuk Membeli Jodoh
Dalam sebuah seminarnya, Ustad Yusuf Mansur menceritakan kisah seorang wanita berusia 37 tahun yang belum mendapatkan jodoh. Sama seperti wanita pada umumnya, salah satu jamaah Ustad Yusuf ini takut kalau tidak bisa menikah lantaran usianya yang katanya tidak lagi diminati banyak pria. Namun Ustad menawarkan sedekah sebagai solusinya.

Ketika itu si wanita ini mendapati sebuah masjid yang butuh renovasi. Teringat akan ucapan Ustad, maka si wanita tersebut tanpa pikir panjang langsung memberikan uang yang ada di dompetnya sejumlah Rp 600 ribu. Janji Allah memang takkan pernah meleset. Sebulan setelah peristiwa sedekah itu, sang wanita untuk pertama kalinya dilamar oleh seorang pria dan tak lama mereka pun menikah.

4. Tukang Bubur Naik Haji
Mungkin bukan cerita asing di telinga, namun kisah tukang bubur ini nyata dan bisa kita jadikan pelajaran. Dikisahkan, seorang pria tukang bubur begitu ngebet ingin naik haji. Tak cuma dirinya, namun juga istri dan ibunya.

Namun sayangnya pekerjaan tukang bubur sampai kapan pun tak kan pernah bisa memberangkatkan mereka haji, begitu kata si pria. Meskipun demikian, sang tukang bubur tetap konsisten sambil meminta doa sang ibu, tak lupa pula ia juga menyedekahkan sebagian rezekinya.

Selain memberikan sedekah rutin berupa bubur dan uang, sang pria juga pernah memberikan semua buburnya ke sebuah rumah yatim. Di saat yang bersamaan, ternyata si pria juga sudah memiliki tabungan haji.

Keajaiban pun terjadi ketika ia hendak menyetorkan uang ke bang. Siapa yang menyangka ia memenangkan sebuah mobil. Dan berita bagusnya, mobil tersebut bisa ditukar dengan ongkos naik haji untuk beberapa orang.

Pria tukang bubur ini pun berangkat dan bersama-sama dengan istri dan ibunya. Semua orang dibikin tak percaya dengan kisah nyata ini. Namun Allah lagi-lagi takkan pernah lupa memberikan balasan kepada hambanya yang berbuat baik.

5. Hutang Rp 100 Juta Lunas Seketika
Punya hutang Rp 100 juta dan tak ada yang bisa dibayarkan, sudah pasti rasanya seperti ingin mati saja. Namun si pria pemilik hutang tersebut untungnya tidak berpikiran pendek walaupun hutang tersebut sangat menyiksanya. Hingga akhirnya Allah memberikan petunjuk dengan membuat pria tersebut hadir dalam sebuah pengajian.

Pas sekali tausiah dalam pengajian tersebut adalah tentang sedekah. Dalam salah satu poinnya, sang Ustad mengatakan jika sedekah bisa membuat hutang terselesaikan. Berbekal keyakinan itu, sang pria pun menyedekahkan Rp 100 ribu, uang satu-satunya yang ia miliki di dompet.

Pulang pengajian, ternyata ia malah tertabrak mobil. Namun dari sini hutangnya nanti akan benar-benar lunas. Bukan lantaran sang pria tersebut mati dan si pemilik hutang mengikhlaskannya, tapi lantaran si penabraknya adalah orang kaya yang dermawan. Singkat cerita, si orang kaya ini membiayai pengobatan si pria dan sekaligus hutangnya yang berjumlah Rp 100 juta itu.

Begitulah sedekah, ia bekerja dengan cara-cara yang sama sekali tak bisa dinalar secara logika. Sebenarnya masih banyak lagi cerita lain tentang keajaiban sedekah yang memang terbukti secara nyata.


Nah, mulai sekarang sepertinya kita tak perlu ragu lagi mengamalkan sedekah sebagai jalan penyelesai masalah dan segala beban kita. Percayalah jika Allah akan memudahkan kita dengan jalan bersedekah ini.

Astagfirullah, Inilah Tanda-Tanda Seseorang Anda Telah Menjadi Budak Dunia. Apakah Anda Termasuk ?


Sebagian dari kita banyak yang tidak sadar bahwa sebenarnya kita telah menjadi budak dunia, bahkan ada yang paling parah sampai mengesampingkan urusan akhirat demi urusan dunia.

Bagi anda yang masih bingun dan ingin tau bagimana caranya mengetahui bahwa diri anda sudah menjadi budak dunia atau tidak, silahkan simak dibawah ini.

1. Anda tidak bersiap-siap saat waktu shalat akan tiba.

2. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al Qur’an lantaran Anda terlalu sibuk.

3. Anda sangat perhatian dengan omongan orang lain tentang diri Anda.

4. Anda selalu berpikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah.

5. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahwa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram.

6. Anda terus menerus menunda untuk berbuat baik. “Aku akan mengerjakannya besok, nanti, dan seterusnya.”

7. Anda selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan selalu berusaha memilikinya.

8. Anda sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.

9. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.

10. Anda ingin selalu menjadi pusat perhatian orang.

11. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.

12. Anda selalu merasa haus akan kekuasaan dan kedigdayaan dalam hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.

13. Anda merasa tertekan manakala Anda gagal meraih sesuatu.



14. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil

15. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.

16. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhai Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain

17. Anda sangat perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki.

18. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke depan.

19. Anda menjadikan aktivitas belajar agama sebagai aktivitas pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkarir.

20. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Anda kepada Allah.

21. Anda menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.

22. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun terbersit memikirkan kematian.

23. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.

24. Anda merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.

25. Anda tidak kuasa mengubah gaya hidup Anda yang suka berfoya-foya, walaupun Anda tahu bahwa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.

26. Anda senang berkunjung ke negeri-negeri kafir.

27. Anda diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Anda beralasan bahwa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.

28. Anda ingin menikmati hidup ini sepuasnya.

29. Anda sangat perhatian dengan penampilan fisik Anda.

30. Anda meyakini bahwa hari kiamat masih lama datangnya.

31. Anda melihat orang lain meraih sesuatu dan Anda selalu berpikir agar dapat meraihnya juga.

32. Anda ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Anda sama sekali tidak memetik pelajaran dari kematiannya.

33. Anda ingin semua yang Anda harapkan di dunia ini terkabul.

34. Anda mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa agar bisa segera melanjutkan pekerjaan.

35. Anda tidak pernah berpikir bahwa hari ini bisa jadi adalah hari terakhir Anda hidup di dunia.

36. Anda merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Anda miliki, bukan merasa tenang dengan mengingat Allah.


37. Anda berdoa agar bisa masuk surga namun tidak sepenuh hati seperti halnya saat Anda meminta kenikmatan dunia.

Mengenal Putra dan Putri Nabi Muhammad SAW


Pembicaraan tentang putra dan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk pembicaraan yang jarang diangkat. Tidak heran, sebagian umat Islam tidak mengetahui berapa jumlah putra dan putri beliau atau siapa saja nama anak-anaknya.

Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,

“Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR Ahmad no.24864)

Anak-anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Rasulullah memiliki tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi kunyah Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat saat berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib atau ath-Tahir karena lahir setelah kenabian. Putra yang ketiga adalah Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.

Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari jalur Khadijah, kemudian Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah dan Ummu Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

Putri-putri Rasulullah

Para ulama sepakat bahwa jumlah putri Rasulullah ada 4 orang, semuanya terlahir dari rahim ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.

Pertama, putri pertama Rasulullah adalah Zainab binti Rasulullah.

Zainab radhiallahu ‘anha menikah dengan anak bibinya, Halah binti Khuwailid, yang bernama Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini berlangsung sebelum sang ayah diangkat menjadi rasul. Zainab dan ketiga saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah menerima Islam, akan tetapi sang suami, Abu al-Ash, tetap dalam agama jahiliyah. Hal ini menyebabkan Zainab tidak ikut hijrah ke Madinah bersama ayah dan saudari-saudarinya, karena ikatannya dengan sang suami.

Beberapa lama kemudian, barulah Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah menyelamatkan agamanya dan berjumpa dengan sang ayah tercinta, lalu menyusullah suaminya, Abu al-Ash. Abu al-Ash pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama mertua dan istrinya. Keluarga kecil yang bahagia ini pun bersatu kembali dalam Islam dan iman. Tidak lama kebahagiaan tersebut berlangsung, pada tahun 8 H, Zainab wafat meninggalkan Abu al-Ash dan putri mereka Umamah.

Setelah itu, terkadang Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana dalam hadis disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah, ketika shalat, apabila beliau sujud, beliau meletakkan Umamah dari gendongannya.

Kedua, Ruqayyah binti Rasulullah.

Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah dengan sahabat yang mulia Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Keduanya turut serta berhijrah ke Habasyah ketika musyrikin Mekah sudah sangat keterlaluan dalam menyiksa dan menyakiti orang-orang yang beriman. Di Habasyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi seorang putra yang dinamai Abdullah.

Ruqayyah dan Utsman juga turut serta dalam hijrah yang kedua dari Mekah menuju Madinah. Ketika tinggal di Madinah mereka dihadapkan dengan ujian wafatnya putra tunggal mereka yang sudah berusia 6 tahun.

Tidak lama kemudian, Ruqoyyah juga menderita sakit demam yang tinggi. Utsman bin Affan setia merawat istrinya dan senantiasa mengawasi keadaannya. Saat itu bersamaan dengan terjadinya Perang Badar, atas permintaan Rasulullah untuk mejaga putrinya, Utsman pun tidak bisa turut serta dalam perang ini. Wafatlah ruqayyah  bersamaan dengan kedatangan Zaid bin Haritsah yang mengabarkan kemenangan umat Islam di Badar.

Ketiga, Ummu Kultsum binti Rasulullah.

Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum radhiallahu ‘anha. Oleh karena itulah Utsman dijuluki dzu nurain (pemilik dua cahaya) karena menikahi dua putri Rasulullah, sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki sahabat lainnya.

Utsman dan Ummu Kultsum bersama-sama membangun rumah tangga hingga wafatnya Ummu Kultsum pada bulan Sya’ban tahun 9 H. Keduanya tidak dianugerahi putra ataupun putri. Ummu Kultsum dimakamkan bersebelahan dengan saudarinya Ruqayyah radhiallahu ‘anhuma.

Keempat, Fatimah binti Rasulullah.

Fatimah radhiallahu ‘anha adalah putri bungsu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan lima tahun sebelum kenabian. Pada tahun kedua hijriyah, Rasulullah menikahkannya dengan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Pasangan ini dikaruniai putra pertama pada tahun ketiga hijriyah, dan anak tersebut dinamai Hasan. Kemudian anak kedua lahir pada bulan Rajab satu tahun berikutnya, dan dinamai Husein. Anak ketiga mereka, Zainab, dilahirkan pada tahun keempat hijriyah dan dua tahun berselang lahirlah putri mereka Ummu Kultsum.

Fatimah adalah anak yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari gaya bicara dan gaya berjalannya. Apabila Fatimah datang ke rumah sang ayah, ayahnya selalu menyambutnya dengan menciumnya dan duduk bersamanya. Kecintaan Rasulullah terhadap Fatimah tergambar dalam sabdanya,

“Fatimah adalah bagian dariku. Barangsiapa membuatnya marah, maka dia juga telah membuatku marah.” (HR. Bukhari)

Beliau juga bersabda,
“Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, Asiah bin Muzahim, istri Firaun.” (HR. Ahmad).

Satu-satunya anak Rasulullah yang hidup saat beliau wafat adalah Fatimah, kemudian ia pula keluarga Rasulullah yang pertama yang menyusul beliau. Fatimah radhiallahu ‘anha wafat enam bulan setelah sang ayah tercinta wafat meninggalkan dunia. Ia wafat pada 2 Ramadhan tahun 11 H, dan dimakamkan di Baqi’.

Putra-putra Rasulullah

Pertama, al-Qashim bin Rasulullah. Rasulullah berkunyah dengan namanya, beliau disebut Abu al-Qashim (bapaknya Qashim). Qashim lahir sebelum masa kenabian dan wafat saat usia dua tahun.

Kedua, Abdullah bin Rasulullah. Abdullah dinamai juga dengan ath-Thayyib atau ath-Thahir. Ia dilahirkan pada masa kenabian.

Ketiga, Ibrahim bin Rasulullah.

Ibrahim dilahirkan pada tahun 8 H di Kota Madinah. Dia adalah anak terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha. Maria adalah seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Usia Ibrahim tidak panjang, ia wafat pada tahun 10 H saat berusia 17 atau 18 bulan. Rasulullah sangat bersedih dengan kepergian putra kecilnya yang menjadi penyejuk hatinya ini. Ketika Ibrahim wafat, Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab kami. Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim.” (HR. Bukhari).

Kalau kita perhatikan perjalanan hidup Rasulullah bersama anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang banyak. Allah Ta’ala mengaruniakan beliau putra dan putri yang merupakan tanda kesempurnaan beliau sebagai manusia. Namun Allah juga mencoba beliau dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaiman dahulu mengambil satu per satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka; ayah, ibu, kakek, dan pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah juga tidak memperpanjang usia putra-putra beliau, salah satu hikmahnya adalah agar orang-orang tidak mengkultuskan putra-putranya atau mengangkatnya menjadi Nabi setelah beliau. Bisa kita lihat, cucu beliau Hasan dan Husein saja sudah membuat orang-orang yang lemah terfitnah. Mereka mengagungkan kedua cucu beliau melebih yang sepantasnya, bagaimana kiranya kalau putra-putra beliau dipanjangkan usianya dan memiliki keturunan? Tentu akan menimbulkan fitnah yang lebih besar.

Hikmah dari wafatnya putra dan putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sebagai teladan bagi orang-orang yang kehilangan salah satu putra atau putri mereka. saat kehilangan anaknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabar dan tidak mengucapkan perkataan yang tidak diridhai Allah. Ketika seseorang kehilangan salah satu anaknya, maka Rasulullah telah kehilangan hampir semua anaknya.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya..

Allahu Akbar. Menurut Penelitian Islam Akan Jadi Agama Terbesar di Amerika. Bagikan Kabar Ini Sahabat Semua


Jika tren-tren demografi saat ini berlanjut, Muslim dapat menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat pada 2050, melampaui Yahudi, yang saat ini berada di posisi kedua, menurut lembaga penelitian Pew Research Center.

Muslim-muslim di AS memiliki tingkat fertilitas tertinggi dan usia rata-rata termuda di antara kelompok agama besar di negara tersebut, yang membantu mendorong pertumbuhannya, menurut Michael Lipka dari Pew Research Center.

Jumlah orang yang diidentifikasi sebagai Yahudi diperkirakan turun dari 1,8 persen pada 2010 menjadi 1,4 persen pada 2050.

Pada 2010, usia rata-rata Yahudi Amerika adalah 41 tahun, sementara usia rata-rata Muslim adalah 24, atau berbeda 17 tahun.

Selain itu, rata-rata Yahudi memiliki 1,9 anak per perempuan sementara angka untuk Muslim AS adalah 2,8, menurut Pew.

Pada sebuah survei tahun 2013, Pew menemukan bahwa lebih dari 22 persen Yahudi dewasa di AS menganggap diri mereka ateis, agnostik atau tidak berafiliasi dengan keyakinan apapun, namun masih mengidentifikasi diri sebagai Yahudi.

Pew tidak menyertakan orang-orang ini dalam populasi Yahudi.

Jika angka-angka yang diproyeksikan tersebut menyertakan kelompok Yahudi secara "etnis" atau "budaya" ini, mungkin populasi Yahudi yang terdefinisikan secara luas masih melampaui jumlah Muslim pada 2050.

Apapun perubahannya, secara keseluruhan, Amerika Serikat diperkirakan masih akan menjadi negara dengan mayoritas Kristen.

Pada 2010, lebih dari tiga perempat orang Amerika atau 78,3 persen teridentifikasi sebagai Kristen.

Namun semakin banyak orang Amerika menganggap diri mereka tidak berafiliasi dengan agama manapun, dan pada 2050, jumlah orang yang menganggap diri mereka Kristen diperkirakan akan turun sampai 66.4 persen.

Semoga yang Ikut Membagikan Pesan Ini Mendapat Rezeki Dari Arah Yang Tidak Dengan Di Sangka-Sangka,, Amiinnn..Tolong Bantu Disebarkan !


Semoga yang ikut membagikan pesan ini mendapat rezeki dari arah yang tidak dengan di sangka-sangka, Amiinnn..Tolong Bantu Disebarkan !

APA Alasan Utk Tidak SHALAT?
✔ Tidak mampu wudhu? Tayamum,
✔ Tidak mampu berdiri? Duduk,
✔ Tidak mampu duduk? Berbaring,
✔ Tidak mampu dgn tubuh? Pakai mata,
✔ Tidak mampu dgn mata? Pakai Hati,
✔ Tidak mampu pakai hati? Bungkus lalu masukin Kubur, beres

Semoga ALLAH selalu membimbing kita & menguatkan iman & ketakwaan islam pada diri kita jadi kita mampu istiqomah dalam melakukan shalat 5 saat.

Subhanallah semoga Yang Like & membagikan tausyah ini ditinggikan ilmunya, diangkat drajatnya, dibesarkan rezekinya, diharumkan namanya, disetiakan cintanya, dipanjangkan umurnya, dijauhkan dari azab kubur & api neraka & dikabulkan doa nya secepat dia menulis AAMIIN di komentar.
.

Semoga yg ikut membagikan pesan ini memperoleh rezeki dari arah yg tidak dengan di bebrapa sangka. Aamiin.

Dosa Hutang Tidak Akan Terhapuskan Meski Mati Syahid. Ini Penjelasan Hadits Nabi


Jadi trend dikala ini, bila tidak dapat mempunyai kendaraan kredit dapat jadi solusinya. nah, gimana perihal ini, karna sepanjang ini belum sempat terdapat kredit syariah buat kendaraan. sesungguhnya gimana peran hutang ini bagi agama.

Dari tsauban, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan juga ia terbebas dari 3 perihal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan juga [3] hutang, hingga ia hendak masuk surga.” (HR. Ibnu Majah nomor. 2412. Syaikh Albani berkata kalau hadits ini shohih).

Ibnu majah mengantarkan hadits ini pada bab Peringatan Keras Menimpa Hutang.

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Semua dosa orang yang mati syahid hendak diampuni kecuali hutang.”

Mengapa Kapten dan 37 Prajurit Korea Ini Memutuskan Memeluk Islam? Alasannya Mengejutkan Semua Orang !


Kapten San Jin-Gu adalah salah satu komandan Brigade-11 SF, pasukan perdamaian PBB dari Korea Selatan yang ditugaskan di Irak. Ini kejadian lama memang.

Kapten San dan pasukannya bertugas di wilayah Irbil, Irak Utara. Saat bertugas di wilayah tersebut, ia sering mengamati orang-orang muslim sholat berjamaah di masjid, kebetulan markas pasukannya berada dekat masjid. Ia sangat tertegun dengan gerakan-gerakan sholat. Karena dihinggapi rasa penasaran, ia mencoba menirukan seluruh gerakan sholat dan dipraktikkan di kamarnya sendirian. Pada saat mempraktekan itulah ia merasakan ada ketenangan, dan perasaan damai dalam hatinya.

Itulah sebabnya, gerakan-gerakan sholat tersebut kemudian ia jadikan program meditasi di pasukan yang ia pimpin (di samping Yoga). Dan ternyata sebagian besar prajurit setelah mempraktikkan gerakan-gerakan sholat tersebut merasakan hal yang sama, mereka juga merasa lebih tenang dan damai.

Sejak itu Kapten San berinisiatif mempelajari Islam untuk mengenalnya lebih dalam lagi, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam.

Ketika niatnya ingin memeluk Islam disampaikan kepada prajurit-prajuritnya, ia berkata: “Aku telah menemukan cahaya kehidupan yang sesungguhnya, aku ingin berada dalam cahaya itu, dan cahaya itu adalah Islam”.


Tanpa ia duga, secara spontan 37 prajurit yang ia pimpin mengangkat tangan mereka, sebagai tanda ikut bersama komandannya – untuk juga memeluk Islam.

Pesan Rasulullah, Jangan Usir Kucing Bila Mendekatmu Saat Sedang Makan. Ini Penjelasannya


Harus kita ketahui bila kita sedang makan dan kucing menimbrung kita maka hendaklah kita jangan mengusir nya, Siapa yang tidak tahu Kucing, hewan lucu yang satu ini tentunya begitu disukai oleh banyak orang didunia. Wajahnya yang lucu dan menggemaskan dan pembawaan yang pada umumnya manja, sejatinya yaitu daya tarik yang bikin manusia menyukai kucing.  Pada riwayatnya, Nabi Muhammad SAW juga memelihara kucing, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Walau tak memelihara kucing, beberapa kita mungkin saja pernah didatangi oleh kucing waktu melakukan aktivitas, semisalnya saat tengah makan. Beberapa salah satunya mungkin memberi makan, tetapi sebagian lagi malah mengusir kucing itu lantaran dikira mengganggu.

Bila alami keadaan ini, jangan buru-buru untuk mengusir hewan yang paling disayangi Nabi Muhammad SAW itu.

Berpikirlah sesaat kenapa kucing itu mendatangi Anda serta bukanlah orang lain yang juga tengah menyantap makanan sama? Tahukah Anda kalau kucing yang datang itu nyatanya membawa ‘pesan’ atau sinyal?

Tersebut 3 sinyal jika kucing datang pada kita serta bukanlah orang lain. Kehadiran kucing adalah tandanya kalau Allah SWT mengingatkan kita mengenai inti berikan.

Semuanya rejeki yang kita peroleh tidaklah seutuhnya hak kita. Ada hak-hak orang lain yang semestinya kita mengeluarkan.

Seperti zakat fitrah serta zakat harta yang harus di keluarkan sebagai rukun islam yang perlu dipenuhi.

Tanpa menunaikan hal tersebut, pasti kita sebagai umat Islam belum menggerakkan semuanya ketentuan harus yang perlu ditegakkan.

Dalam konteks kucing yang datang waktu makan, mengingatkan kita kalau karunia Allah yang kita terima harus juga dibagi dengan makhluk lain seperti kucing. Berarti dalam makanan yang kita santap, nyatanya ada rejeki untuk kucing yang semestinya kita berikanlah. Berikan makanan pada makhluk Allah termasuk juga kucing adalah satu kebaikan. Sesuai sama firmannya, Allah bakal melipatgandakan satu kebaikan dengan 10 kali lipat kebaikan yang lain.

Terutama jika kita memberi dengan ikhlas serta tak sangat terpaksa. Bila berbuat baik pada manusia, seorang sering inginkan ada balasan sama dari orang lain.

Tapi tak sekian bila manusia berbuat baik pada kucing. Hewan ini pasti tak dapat membalas apa yang telah kita berikanlah terhadapnya.

Saat membagi makanan dengan hewan ini, manusia belajar bagaimana rasa-rasanya berikan dengan penuh keikhlasan.

Aksi berikut yang semestinya dikerjakan manusia saat berikan suatu hal pada orang lain. Allah tengah memberi tahu jika kita tak berikan makanan pada kucing itu, sesungguhnya kita tengah menampik rejeki baru yang bakal Allah berikanlah pada kita.

Rejeki itu luas bukanlah sekedar hanya duit, namun mencakup semuanya kehidupan.



Mudah-mudahan kita semuanya termasuk juga yang pintar membaca ‘tanda-tanda’ itu serta dapat menarik hikmah dari kedatangan seeokor kucing waktu kita tengah menyantap makanan.Harus kita ketahui bila kita sedang makan dan kucing menimbrung kita maka hendaklah kita jangan mengusir nya, Siapa yang tidak tahu Kucing, hewan lucu yang satu ini tentunya begitu disukai oleh banyak orang didunia. Wajahnya yang lucu dan menggemaskan dan pembawaan yang pada umumnya manja, sejatinya yaitu daya tarik yang bikin manusia menyukai kucing.  Pada riwayatnya, Nabi Muhammad SAW juga memelihara kucing, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Walau tak memelihara kucing, beberapa kita mungkin saja pernah didatangi oleh kucing waktu melakukan aktivitas, semisalnya saat tengah makan. Beberapa salah satunya mungkin memberi makan, tetapi sebagian lagi malah mengusir kucing itu lantaran dikira mengganggu.

Bila alami keadaan ini, jangan buru-buru untuk mengusir hewan yang paling disayangi Nabi Muhammad SAW itu.

Berpikirlah sesaat kenapa kucing itu mendatangi Anda serta bukanlah orang lain yang juga tengah menyantap makanan sama? Tahukah Anda kalau kucing yang datang itu nyatanya membawa ‘pesan’ atau sinyal?

Tersebut 3 sinyal jika kucing datang pada kita serta bukanlah orang lain. Kehadiran kucing adalah tandanya kalau Allah SWT mengingatkan kita mengenai inti berikan.

Semuanya rejeki yang kita peroleh tidaklah seutuhnya hak kita. Ada hak-hak orang lain yang semestinya kita mengeluarkan.

Seperti zakat fitrah serta zakat harta yang harus di keluarkan sebagai rukun islam yang perlu dipenuhi.

Tanpa menunaikan hal tersebut, pasti kita sebagai umat Islam belum menggerakkan semuanya ketentuan harus yang perlu ditegakkan.

Dalam konteks kucing yang datang waktu makan, mengingatkan kita kalau karunia Allah yang kita terima harus juga dibagi dengan makhluk lain seperti kucing. Berarti dalam makanan yang kita santap, nyatanya ada rejeki untuk kucing yang semestinya kita berikanlah. Berikan makanan pada makhluk Allah termasuk juga kucing adalah satu kebaikan. Sesuai sama firmannya, Allah bakal melipatgandakan satu kebaikan dengan 10 kali lipat kebaikan yang lain.

Terutama jika kita memberi dengan ikhlas serta tak sangat terpaksa. Bila berbuat baik pada manusia, seorang sering inginkan ada balasan sama dari orang lain.

Tapi tak sekian bila manusia berbuat baik pada kucing. Hewan ini pasti tak dapat membalas apa yang telah kita berikanlah terhadapnya.

Saat membagi makanan dengan hewan ini, manusia belajar bagaimana rasa-rasanya berikan dengan penuh keikhlasan.

Aksi berikut yang semestinya dikerjakan manusia saat berikan suatu hal pada orang lain. Allah tengah memberi tahu jika kita tak berikan makanan pada kucing itu, sesungguhnya kita tengah menampik rejeki baru yang bakal Allah berikanlah pada kita.

Rejeki itu luas bukanlah sekedar hanya duit, namun mencakup semuanya kehidupan.

Mudah-mudahan kita semuanya termasuk juga yang pintar membaca ‘tanda-tanda’ itu serta dapat menarik hikmah dari kedatangan seeokor kucing waktu kita tengah menyantap makanan.