Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Sahabat Aura Kasih yang Jadi Jubir Ahok Cantiknya Hebohkan Media

Juru bicara dari tim kemenangan Cagub dan Cawagub pasangan Ahok ini ternyata tak kalah cantik dari Sophia Latjuba. Namanya memang jarang terdengar di media. Namun, peran dari wanita ini cukup vital dalam tim sukses kemenangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Perannya memang berbeda dari Sophia Latjuba. Namun, kecantikan wanita ini telah memikat hati banyak pria. Namanya ialah Dee Adnan. Profesinya seorang arsitek.

Nama Dee Adnan muncul beriringan setelah Gadis Ahok melakukan deklarasi. Nama Gadis Ahok merupakan singkatan dari Gerakan Aksi Srikandi Coblos Ahok. Gadis Ahok sendiri baru diresmikan pada 29 Oktober 2016 lalu.




© Disediakan oleh tribunnews dee adnan jubir ahok1
Dee Adnan, mendampingi Ahok sedang menanda tangani dua ribu buku.


Gerakan relawan wanita ini berasal dari berbagai profesi. Sebanyak sembilan orang anggota Gadis Ahok siang ini mendatangi Balai Kota untuk bertemu langsung dengan Ahok.

Sementara itu, Dee Adnan merupakan Juru Bicara di Gadis Ahok ini. Tak ayal, wajahnya yang cantik juga membuat banyak yang penasaran akan foto-fotonya.

Melalui akun Instagram @deeadnan, dirinya sering kali memposting foto kegiatan bersama Ahok. Bahkan ada foto dimana Ahok sedang menanda tangani dua ribu buku.

dee adnan jubir ahok
© Disediakan oleh tribunnews dee adnan jubir ahok


Gadis Ahok merupakan singkatan dari Gerakan Aksi Srikandi Coblos Ahok, ada nama Dee Adnan, arsitek cantik yang juga jadi jubir Ahok.

Ahok Semprot Pendeta yang Keluhkan Perizinan Tempat Ibadah, Ini Alasannya

Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kesal dengan pendeta Yosua Tewu dari Gereja Bethel Indonesia di apartemen Kalibata City, Pancoran, Jaksel. Yosua menyampaikan keluhannya kepada Ahok. Yosua mengatakan bahwa pembangunan tempat ibadah di Jakarta sejak Ahok memimpin begitu ketat.



"Tempat ibadah tidak ada. Sejak bapak memimpin, agak ketat, Diberi keleluasaan lah," ujar Yosua di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).
Ahok yang mendengar keluhan itu, marah. Muka Ahok memerah. Ahok meminta pendeta itu, tak membuat kericuhan.
"Jangan membuat rusuh, Balai Kota dibangun masjid karena Balai Kota enggak butuh gereja. Karena ibadah kita bukan jam kerja," ujar Ahok.

Ahok mengetatkan pemberian izin gereja karena rawan disalahgunakan. Pertama, mengenai jumlah jamaat gereja tersebut.
"Kalau orang kristen minta buat gereja, saya tanya dulu jamaatnya berapa. Kalau katolik langsung buka izin, karena katolik enggak bisa buka gereja tanpa jamaat. Saya tanya berapa banyak orang cari uang jual nama gereja," ujarnya.


Mendengar Ahok terus meladeni pertanyaan berbau SARA itu, para pendukungnya pun kompak meminta Ahok berhenti."Pak sudah pak, jangan dijawab, nanti dipelintir," teriak para pendukung.
Namun, Ahok merasa perlu menjelaskan pandangannya pada sang pendeta.
"Orang kristen minta diberangkatkan ke Yerusalem? Enggak bisa, karena enggak ada aturan di alkitab kan. Yang islam (diberangkatkan) haji karena itu rukun islam,"ucapnya.
Menurut Ahok, keadilan pembangunan rumah ibadah yang diminta pendeta itu tak tepat. Ahok membeberkan kebobrokan penghuni Kalibata City.ah Ahok


Ahok pun meminta, warga yang ingin mengadu tidak menanyakan hal sensitif melainkan menanyakan program kerja.
Pembawa acara pun mengingatkan para warga agar tidak menanyakan isu sensitif namun mengeluhkan atau menanyakan program kerja Ahok saja.

Aksi Demo 2 Desember, Ini Sikap Tegas MUI

Menjelang Demo Besar 2 Desember 2016 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan rencana unjuk rasa 2 Desember 2016. Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Solahudin Ayubi, melarang kelompok masyarakat yang tetap berdemonstrasi menggunakan atribut ataupun simbol MUI.



Solahudin menegaskan kelompok yang menamakan diri Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI bukan bagian dari Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia. "Tidak ada hubungan struktural formal apapun juga antara Dewan Pimpinan MUI dan GNPF MUI," kata Solahudin di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 22 November 2016.

MUI, kata Solahudin, mengharapkan masyarakat tak berunjuk rasa turun ke jalan dalam menyalurkan aspirasi. MUI menganggap lebih baik aspirasi diperjuangan melalui musyawarah dengan pengambil kebijakan, seperti aparat keamanan dan penegak hukum.

Solahudin menambahkan masyarakat sebaiknya menyampaikan pernyataan pendapat melalui pers dan media komunikasi. "Lebih efektif dan memberikan citra positif demokrasi di Indonesia," kata dia.

Sejumlah kalangan menyerukan tak dilakukannya demonstrasi pada 2 Desember 2016. Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Dewan Masjid Indonesia mengingatkan para pengunjuk rasa agar tak menggelar salat Jumat di Jalan Thamrin, Jakarta. "Kalau di jalan raya, mengganggu ketertiban," kata Kalla.