Tampilkan postingan dengan label Tahukah Kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahukah Kamu. Tampilkan semua postingan

14 Februari: 'Sejarah Kelam' Hari Valentine


Hari Valentine atau Valentine’s Day dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Sejumlah orang memaknainya sebagai perayaan kasih sayang, lainnya menuding sebagai 'peringatan yang sengaja diadakan' untuk mendongkrak penjualan kartu, cokelat, bunga, dan barang-barang lain yang dianggap mewakili ungkapan cinta.

Apapun pendapat seseorang tentang Valentine, ada sejarah yang melatarbelakalangi hari itu.

Dari asal usul namanya, Gereja Katolik mengakui ada 3 santo atau orang suci bernama Valentine atau Valentinus. "Dan ketiganya adalah martir," demikian Liputan6.com kutip dari situs Guardian, Jumat 13 Februari 2015. Ketiga pria dari masa 200-an Masehi tersebut tewas secara mengenaskan.

Salah satu kisah menyebut, alkisah Kaisar Romawi Claudius II melarang para tentara muda menikah, agar mereka tak 'melempem' di medan tempur.

Namun,"Uskup Valentine melanggar perintah itu dan menikahkan salah satu pasangan secara diam-diam. Ia dieksekusi mati saat sang penguasa mengetahui pernikahan rahasia itu."

Saat ia dipenjara, legenda menyebut bahwa pria asal Genoa itu lantas jatuh cinta dengan putri orang yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi secara sadis, ia membuat surat cinta pada sang kekasih. Yang ditutup dengan kata, 'Dari Valentine-mu'.

Valentine yang lain adalah seorang pemuka agama di Kekaisaran Romawi yang membantu orang-orang Kristen yang dianiaya pada masa pemerintahan Claudius II. Saat dipenjara, ia mengembalikan penglihatan seorang gadis yang buta -- yang kemudian jatuh cinta padanya. Valentine yang itu dieksekusi penggal pada 14 Februari.

Yang ketiga adalah uskup yang saleh dari Terni, yang juga disiksa dan diekselusi selama pemerintahan Claudius II, juga tanggal 14 Februari -- di tahun yang berbeda.

Lepas dari legenda, keterkaitan Santo Valentine dan cinta baru muncul lama kemudian. Dalam puisi Geoffrey Chaucer, penyair Inggris dan penulis buku terkenal, 'The Canterbury Tales'.  Demikian menurut Andy Kelly, seorang ahli bahasa Inggris  dari University of California, Los Angeles, yang menulis buku 'Chaucer dan Cult of St Valentine'.

Chaucer, menulis sebuah puisi berjudul Parliament of Fowls (1382), untuk merayakan pertunangan Raja Richard II.

Dalam puisi itu, Hari Valentine dirayakan pada 3 Mei, bukan 14 Februari . "Itu adalah hari di mana semua burung memilih pasangannya dalam setahun," kata Kelly. "Tak lama setelahnya, dalam satu generasi, orang-orang mengambil ide untuk merayakan Valentine sebagai hari kasih sayang."

Valentine yang menjadi referensi Chaucer mungkin adalah Santo Valentine dari Genoa yang meninggal pada 3 Mei. Tetapi orang-orang pada saat itu tidak begitu akrab dengan sosok itu.

Mereka lebih akrab dengan kisah Valentine dari Roma dan Terni yang dieksekusi pada 14 Februari -- yang lantas dikaitkan dengan cinta.

Kisah Hari Valentine juga bisa ditelusuri dari era Romawi Kuno, terkait kepercayaan paganisme. Tiap tanggal 13-15 Februari, warga Romawi kuno merayakan Lupercalia. Upacara dimulai dengan pengorbanan dua ekor kambing jantan dan seekor anjing.

Kemudian, pria setengah telanjang berlarian di jalanan, mencambuk para gadis muda dengan tali yang terbuat dari kulit kambing yang baru dikorbankan. Walaupun mungkin terdengar seperti semacam ritual sesat sadomasokis, itu dilakukan orang-orang Romawi lakukan sampai tahun 496 Masehi. Sebagai ritus pemurnian dan kesuburan.

"Upacara diyakini bisa membuat perempuan lebih subur," kata  Noel Lenski, sejawaran dari University of Colorado, Boulder, seperti dimuat USA Today.

Puncak Lupercalia pada 15 Februari, di kaki Bukit Palatine, di samping gua -- yang diyakini menjadi tempat serigala betina menyusui Romulus and Remus -- pendiri kota Roma dalam mitologi Romawi.

Pada tahun 496, Paus Gelasius I melarang Lupercalia dan menyatakan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine.

Komersialisasi Perayaan Cinta?

Komersialisasi Perayaan Cinta?

Valentine identik dengan bunga, coklat, kartu, bahkan Cupid -- dewa cinta Romawi yang digambarkan sebagai anak kecil bersayap yang nakal dan montok. Bagaimana asal usulnya?

Kartu Valentine tertua dibuat oleh seorang bangsawan, Duke Charles of Orleans. Dipenjara di Tower of London atau Menara London setelah ditangkap Inggris pada 1415, Charles menulis sebuah surat cinta berima untuk istrinya, Bonne d’Armagnac -- yang kini disimpan di British Library, London.

Puisi itu terdiri dari 2 baris, dalam Bahasa Prancis. Malangnya, sang istri meninggal sebelum Charles kembali ke Prancis pada tahun 1440.

Namun, ahli Bahasa Inggris dari SUNY-Buffalo State, Ann C. Colley mengatakan, pemberian kartu Valentine baru populer di Inggris pada pertengahan Abad ke-19.

Ada dua pendukung saat itu: layanan pos pertama Inggris, Penny Post didirikan -- membuat mengirimkan surat makin murah dan tersedia bagi setiap orang.

Faktor kedua, untuk kali pertamanya, kartu Valentine diproduksi massal. Mesin pencetak kala itu mampu mengaplikasikan sejumlah metode pencetakan, seperti cetak timbul, desain renda, atau kartu 3 dimensi. Demikian ujar dosen sejarah Amerika dan budaya populer di George Mason University.

Meski budaya memberikan kartu Valentine berawal dari Inggris, pengaruhnya menyebar hingga Amerika Serikat pada tahun 1840-an.

Uniknya, di Inggris, kartu tak hanya diberikan pada orang yang ditaksir, tapi juga pada mereka yang tak disukai.

Cokelat Valentine

Cokelat telah lama dianggap sebagai afrodisiak, pembangkit gairah. Dimulai oada Abad ke-17, saat biji cokelat kali pertama dibawa ke Eropa dari Meksiko dan Amerika Tengah, bangsa Eropa mengaitkannya dengan kisah tentang Montezuma dan istri-istrinya.

Abad ke-19 adalah masa di mana permen dan kudapan manis lebih terjangkau untuk kelas menengah, seiring produksi massal cokelat.

Pada tahun 1868, Richard Cadbury mengeluarkan cokelat Hari Valentine pertama.  "Ada gagasan afrodisiak yang membuat cokelat sesuai untuk Hari Valentine," kata Alexandra Leaf, ahli kuliner sekaligus pendiri  Chocolate Tours of New York City.

Cupid

Pada Abad ke-5, Eros (inspirasi untuk kata 'erotis'), versi Yunani dari Cupid, digambarkan sebagai sosok pemuda tinggi, atletis, heroik, dan memiliki sayap. Demikian ujar Angeline Chiu, profesor dari University of Vermont kepada USA Today.

Lho, mengapa kini bentuknya mirip bayi?

Menurut Chiu, transformasi Cupid, dari pemuda gagah jadi bayi lucu berasal dari seni era Renaissance.

"Maestro Raphael dan para seniman lain melukis bayi kecil montok di mana-mana," kata Chiu. "Mereka tak bermaksud melukis Cupid. Mungkin untuk menggambarkan cinta secara umum," tambah dia.

Namun, imej Cupid sebagai bayi lucu bertahan hingga saat ini.

Mawar Merah

Pada abad ke-18, Charles II dari Swedia memperkenalkan ide bahwa bunga melambangkan emosi atau pesan tersirat. Demikian menurut ProFlowers.com.

"Saat ini, mawar merah berasosiasi dengan gairah cinta, mawar merah muda untuk persahabatan, putih untuk kemurnian, dan merah-putih adalah persatuan," kata Jennifer Sparks, juru bicara Society of American Florists.

Namun, ia menyarankan, pemberi bunga tak usah pusing memikirkan soal makna. Fokuslah pada bunga yang disukai oleh penerima. (Ein/Riz)

Liputan6

Ladies Wajib Baca!! Inilah 7 Ciri Wanita Yang Banyak di Ceraikan Oleh Suaminya, No.4 Paling Sering di Lakukan...


Seorang isteri yang baik atau wanita solehah di gambarkan sebagai harta simpanan yang paling berharga untuk suami.

Seperti dirawyatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda, " Mahukah kalian kuberitahu suatu hal harta simpanan (perhiasan) yang teramat sangat baik? yakni wanita solehah, yang jika kalian memandangnya, dia sangat menarik. Jika kalian perintah, ia patuh. serta jika ditinggal pergi, ia selalu melindungi diri dan harta suaminya. " - (Riwayat Abu Dawud)


Wanita atau sang isteri apabila diliat ia mengasyikkan, itu dikarenakan budi pekerti yang mulia, pakaian bersih, dandanan yang serasi dihadapan suaminya serta berusaha yang terbaik untuk terlihat menarik hanya di depan suami serta anak - anaknya.

Bila diperintahkan, ia akan patuh, menampilkan ketaatan serta baktinya pada suaminya. ia ingin selalu membagikan kenikmatan untuk suaminya.

Selalu menjaga diri serta harta suaminya, melukiskan betapa besar kekokohan agama dan ketebalan imannya pada Allah SWT serta Rasul - Nya. Jika suaminya tak ada, ia selalu memelihara kehormatan diri serta harta suaminya.

Apabila seorang wanita tidak solehah dan mempunyai watak atau kerutinan yang tidak baik, gemar menyusahkan suaminya tentunya itu bukanlah perhiasan untuk seorang suami. Bahkan, bisa jadi suami tidak senang bersamanya, selanjutnya menceritakannya.

Bila para isteri mendambakan rumah tangga yang bahagia didunia serta akhirat, buanglah jauh - jauh 7 watak ini. apabila tidak, maka celakalah didunia dan akhirat.

Berikut Ini Ciri-Ciri Istri Yang Seringkali Diceraikan Oleh Suami

1. Tidak mempunyai rasa malu. Istri yg tidak malu senantiasa melakukan perihal yang dilarang Allah SWT, ia jauh dari sifat takwa serta banyak pula mengaplikasikan perbuatan maksiat.

2. Ausyarah (kotor) adalah tidak pintar mengontrol rumah tangga, malas mengemas diri, serta malas melakukan apa - apa sehingga dirinya sendiri, anak - anak serta rumahnya kotor dan tidak menyenangkan.

3. Asysyakasah (berani) yakni, senang membebankan suaminya diluar kemampuannya sampai - sampai menyudutkan suami untuk mengerjakan hal- hal yang dimurkai Allah SWT.

4. Innah (menentang) yang tidak mau diperintah suaminya untuk mengerjakan perihal yang baik. Berani melanggar apa yang diperintahkan, ditambah lagi menentang si suami dengan terus-menerus melakukan maksiat.

5. Bitnah (mementingkan isi perut dan banyak menuntut) yang tidak senang berinfak serta malas mengeluarkan zakat. Selalu mengumpulkan harta kekayaan dan mengenyangkan perut dengan makanan - makanan yang tidak ada habisnya. Tidak terlintas dipikirannya untuk menyumbangkan pada fakir miskin serta anak yatim. Untuk memenuhi seluruh kehendak nafsunya, ia memojokkan suaminya untuk melakukan hal - hal yang bisa mendatangkan kemurkaan Allah SWT.

6. Bahriyah (menyuruh suami untuk berbuat jahat) yakni, selalu menghalangi suami untuk berbuat baik.

7. Tidak aktif gemar bermalas - malasan dan tidak berbuat apa - apa. Tidak mempunyai kemauan untuk memberikan pengetahuan duniawi maupun ukhrawi.


Sumber : http://www.beradab.com/2017/01/ladies-wajib-baca-inilah-7-ciri-wanita.html

Gempar, Rabbi Yahudi Mengakui Kenabian Muhammad SAW. Ini Buktinya


Rabbi Yahudi mengakui kenabian Muhammad Saw, Islam adalah agama yang hak, dan al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkannya kepada penutup para rasul.

Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara yang dipublikasikan oleh radio “pembaruan Islam” di Internet melalui potongan video di situs “YouTube” dengan disertai terjemahan dari bahasa Rusia ke bahasa Arab.

Pada awal pembicaraan, rabi menegaskan bahwa Islam sejak awal kemunculannya  sudah sempurna bangunannya,  di mana Islam mampu bertahan dan berkembang. Islam memiliki akidah yang kuat sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi di dunia.

Gambar Ilustrasi Rabbi Yahudi
Ia berkata: “Islam lahir sudah memiliki pemimpin sejati yang mendapatkan wahyu (al-Qur’an), dan dalam hal ini tidak ditemukan keraguan sedikit pun. Dalam Islam jelas ada Nabi yang mendapatkan wahyu (al-Qur’an), kemudian ia mulai membangun sebuah masyarakat berdasarkan agamanya. Dan atas dasar ini, ia membangun sebuah masyarakat baru dengan ajaran baru. Setelah itu tampak jelas bahwa ajaran-ajaran ini yang mampu bertahan dan berkembang dalam situasi sangat sulit sekalipun. Dan inilah fakta yang terjadi sesungguhnya.”

Ia melanjutkan penjelasannya bahwa demokrasi telah memberikan efek negatif terhadap agama-agama terkecuali Islam. Ia mengatakan: “Bukan ini saja, bahkan Islam memiliki kelebihan yang luar biasa. Ingat Islam telah melahirkan berbagai kemajuan di Timur, jauh sebelum Eropa serta revolusi sosial dan industrinya.”

Hari ini, di era kita sekarang, setelah munculnya era demokrasi dan atheisme yang tak terkendali dan tak terbatas, yang merupakan sesuatu yang busuk dalam semua tingkatannya. Demokrasi mulai menenggelamkan dunia pada saat tidak ada sesuatupun yang tersisa dari Yahudi akibat kejatuhannya di bawah topi Zionisme.

Kemudian rabi menyatakan kekagumannya terhadap shalat kaum Muslim: “Sudah tidak ada yang tersisa di dunia kecuali Islam. Sungguh, Islam tidak ada tandingannya. Islam terus tumbuh di mana para pengikut Muhammad Saw setelah itu terus terikat dengan ajaran-ajaran agama ini, yakni mereka selalu berhubungan dengan Sang Pencipta (Allah SWT). Seorang Muslim  berlutut (shalat) lima kali sehari pada waktu yang telah ditentukan.”

Ia melanjutkan: “Saya tinggal dengan mereka di sana (maksudnya kaum Muslim). Lebih dari itu, saya melakukan perjalanan ke Eropa. Di bandara ada sebuah sudut yang tenang. Pada saat datang waktu untuk shalat, saya pergi ke sudut itu, lalu beberapa orang Muslim yang ada di dekatku berdiri untuk shalat. Dalam melakukan itu mereka tidak repot sama sekali. Mereka mengelar koran bekas, kemudian mereka shalat di atasnya.”
Ia menambahkan: “Ini adalah Islam. Islam, secara keseluruhan memiliki banyak arti. Manusia shalat lima kali sehari, dan sekalipun mereka shalat lima kali sehari, namun shalat itu tidak lama. Saya pernah mengamati kaum Muslim yang sedang shalat. Sehingga saya tahu apa yang wajib dilakukan di dalamnya. Shalat itu tidak lama, namun serius dan mendalam sekali. Manusia dalam lima menit ketika shalat, maka sejatinya ia sedang berkomunikasi dengan Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha kuasa.”

Rabi mengatakan hikmah keberadaan Israel yang berlangsung hingga sekarang. Ia berkata: “Ini adalah sesuatu yang sangat penting yang memiliki arti besar. Islam adalah agama masa depan. jika kita dapat mengatakan bahwa dunia saat ini tidak akan tertutup karena keberadaan negara yang disebut Israel. Namun kita sekarang sedang pada tahap menuju dunia yang agresif terhadap penutupan, sebab negara (Israel) tidak memiliki hak untuk tetap ada sejak satu setengah tahun.”

Dunia akan menutup, dan ini tidak bisa dihindari. Jika tidak selesai penghapusan terhadap negara (Zionis) ini, maka ia benar-benar akan menjadi sumber kejahatan. Jika penghapusan itu sempurna, maka saya yakin, setelah tujuh puluh tahun mayoritas penduduk bumi ini akan memeluk agama Islam, karena agama ini cukup kuat dan membimbing manusia ke arah yang benar sesuai dengan akal dan fitrah manusia.”

Akhirnya, rabi meramalkan invasi Islam ke seluruh dunia. Ia berkata: “Ya, benar ada masalah antara Syiah dan Sunni, dan ada ketidakcocokan di antara keduanya dalam beberapa masalah, namun hal ini dapat dimengerti, ini sekarang. Akan tetapi, saya percaya jika dunia telah selesai menghapus apa yang kita miliki saat ini (Israel), maka pasti masalah di antara kaum Muslim akan berakhir, dan ketika itu mayoritas penduduk bumi akan memeluk agama Islam.”


Ini jelas, saat ini terlihat dengan mata bahwa kaum Muslim mulai bertambah dan menyebar cukup pesat di salah satu negara Eropa. Meski ada di antara negara Eropa-saya tidak menyebutkan nama negaranya-yang melarang pembangunan masjid baru, karena melihat penyebaran Islam yang pesat, dan masa depan dunia ada dalam Islam

Sekelompok Penganut Budha Ekstrim Myanmar Membubarkan Acara Maulid Secara Paksa. Lihatlah Begitu Kejamnya Mereka


Ujian kembali dialami kaum Muslimin di Myanmar. Saat duka etnis Rohingya belum terselesaikan dengan baik, kaum Muslimin di Yangon Myanmar harus mengalami pembubaran paksa saat mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pada Ahad (8/1/17).

Sebagaimana diberitakan oleh laman Republika yang mengutip dari Channel News Asia, sekelompok biksu menyerukan agar kaum Muslimin meninggalkan tempat perayaan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Lantaran merasa tidak didengarkan, sekelompok penganut Buddha ekstrim itu merangsek ke dalam tempat acara. Dengan ekstrim dan anarkis, kelompok ini mengusir paksa kaum Muslimin yang khusyuk membaca riwayat kehidupan manusia paling mulia di muka bumi ini.

Selain mencederai kebebasan beragama, tindakan keji yang dilakukan oleh sekelompok penganut Buddha ekstrim ini juga menambah daftar panjang ketakutan terhadap Islam yang damai dan mencintai perdamaian.

Mirisnya, pembubaran itu dilakukan tanpa alasan yang dibenarkan. Kaum Muslimin di Yangon sudah biasa melakukan ritual peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sejak tujuh tahun silam.

“Para biksu mencoba untuk membubarkan acara ini tanpa menjelaskan apa salah kami. Dan kenapa aparat yang berwajib tidak bertindak?” tutur Sekretaris Majlis Ulama Islam Yangon Myanmar, Kyaw Nyein sebagaimana diberitakan oleh Republika dari Channel News Asia.


Hal lain yang patut dipertanyakan adalah tindakan aparat. Saat menyaksikan pembubaran paksa tersebut, pihak keamanan seperti tidak berdaya, tidak menertibkan, dan tidak pula mengamankan.

Gempar, Ternyata Begini Cara Seorang Dukun Memindahkan ‘Sihir’ ke Telur


Sihir dan perdukunan merupakan hal yang sangat dilarang dalam Islam. Bahkan termasuk salah satu bentuk kesyirikan yang tidak akan diampuni jika pelakunya tidak bertaubat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad; hasan)

Meskipun dukun atau tukang ramal mengatakan atau berbuat sesuatu yang tampak benar/nyata, kemungkinannya hanya dua hal. Pertama, jika itu di luar kemampuan manusia (supranatural), maka ia bekerja sama dengan jin. Kedua, ada kalanya tampak nyata, tetapi sebenarnya adalah tipuan semata.

Misalnya dukun yang mengklaim mampu mengobati pasien dengan metode memindahkan penyakit ke dalam telur.

Tidak sedikit orang yang tertipu dan kemudian percaya dengan dukun yang mengklaim mampu mengobati pasien dengan metode memindahkan penyakit ke dalam telur. Pasalnya, di dalam telur tersebut memang ada jarum, darah, atau benda lain.

Dukun mengatakan bahwa jarum atau darah itu semula berada dalam diri pasien dan berhasil ia pindahkan ke dalam telur.

Padahal, itu hanya trik. Anda pun bisa melakukannya. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Tuangkan air cuka ke dalam mangkok atau wadah lain yang bisa digunakan untuk merendam telur
2. Rendam telur tersebut ke dalam air cuka selama satu jam
3. Kulit telur akan menjadi lembek dan bisa dimasuki jarum, paku, atau disuntik dengan darah (misalny darah ayam)
4. Keluarkan telur dan letakkan di tempat kering. Kulit telur tersebut akan kembali mengeras
5. Bekas goresan jarum atau paku bisa ditambal dengan sabun atau gel khusus yang warnanya sama dengan warna kulit telur.


Nah, masih percaya pada dukun? Segeralah bertaubat daripada tidak mendapat ampunan sehingga nasib berakhir di neraka jahannam.

Apakah Benar Bumi Ini Kelak Menjadi Padang Mahsyar? Baca Penjelasan Ini


Setelah hari kiamat, manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk dihisab, diperhitungkan segala amal.

Apakah bumi yang ditempati manusia saat ini akan menjadi Padang Mahsyar kelak? Jika iya, bagaimana mungkin akan muat menampung milyaran orang sejak Nabi Adam hingga manusia terakhir? Jika tidak, lalu di manakan Padang Mahsyar itu?

Para ulama memiliki penjelasan soal ini.

Pertama, mengimani adanya Padang Mahsyar dan Yaumul Hisab (hari perhitungan) adalah bagian dari iman kepada hari kiamat yang merupakan rukun iman kelima. Setiap muslim wajib percaya bahwa kelak setelah hari kiamat, seluruh manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan di padang mahsyar untuk dihisab.

Mengimani adanya Padang Mahsyar dan Yaumul Hisab (hari perhitungan) adalah bagian dari iman kepada hari kiamat yang merupakan rukun iman kelima

Kedua, para ulama berbeda pendapat tentang apakah bumi ini akan menjadi Padang Mahsyar atau Padang Mahsyar itu merupakan “bumi” yang lain.

Sebagian ulama berpendapat bahwa bumi yang sekarang ditempati manusia inilah yang akan menjadi Padang Mahsyar. Berdasarkan firman Allah:

"Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, dan apabila bumi diratakan, dan dilemparkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan mengetahui akibat perbuatannya)" (QS. Al Insyiqaq: 1-5)

Menurut sebagian ulama tersebut, ayat ini menjelaskan tentang kiamat hingga yaumul hisab, dan tempat yaumul hisab itu adalah bumi yang sama dengan bumi yang ditempati manusia saat ini.

Bagaimana muat? Menurut mereka seperti dipaparkan Syaikh Mahir Ahmad Ash Shufi dalam Al Ba’tsu wa An Nusyur, buminya sama tetapi bumi ini akan diubah sifatnya. Yakni diratakan sehingga tidak ada gunung, bukit dan lautan, semuanya rata. Itulah makna ayat ketiga dalam surat Al Insyiqaq menurut ulama yang mengikuti pendapat bahwa bumi ini kelak menjadi Padang Mahsyar.

Pendapat ini juga didasarkan dengan hadits:

“Pada hari kiamat kelak, bumi akan diratakan bagaikan kulit yang disamak dan seluruh makhluk akan dikumpulkan” (HR. Hakim; shahih)

Pendapat kedua menyatakan bahwa Padang Mahsyar bukanlah terjadi di bumi yang ditempati manusia sekarang ini melainkan “bumi” yang lain.

Pendapat ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit” (QS. Ibrahim: 48)

“Bumi akan hilang dan lenyap,” kata Az Zuhri seperti dikutip Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari, “sementara bumi di mauqif (padang mahsyar) akan muncul dalam bentuk baru.”

Ibnu Abbas sebagaimana dikutip Imam Ath Thabari dalam tafsirnya juga menyimpulkan bahwa Padang Mahsyar bukanlah di bumi yang ditempati manusia sekarang. Dan inilah pendapat yang lebih kuat dan dipakai jumhur ulama. Wallahu a’lam bish shawab.

Sadarkah.. Kalian yang Suka Menitipkan Anak Pada Orang Tua Kalian, Ketahuilah Dosa nya…!


Di zaman saat ini ini, tak sedikit para ibu yang punyai pekerjaan di luar tempat tinggal menitipkan anaknya kepada kakek atau neneknya, entah semata-mata memberi sebagai bentuk bakti atau serupa gaji karena anak dititipi.

Tak dapat disangkal bahwa kewajiban mendidik anak adalah tanggungjawab utama orangtua kandung, karena mereka adalah amanat mulia yang dititipkan Allah pada kita dan insyaallah bisa menjadi investasi amal kebajikan di kemudian hari.

Namun, alih-alih memanfaatkan kesempatan menanamkan buah kebajikan pada anak, banyak orangtua yang mengalihkan sebagian besar waktu penjagaan kepada orang lain khususnya kepada ibu sendiri atau ibu mertua. Salah satu alasannya adalah demi mengejar karir.

Dalam masalah ini, cobalah kita bertanya pada diri kita sendiri dengan nurani. Apakah perbuatan kita tersebut bisa dikatakan benar dan bisa dibenarkan secara syariat atau tak?

Pertama, tanyakan dalam hati sanubari kita, apa sebenarnya yang melandasi perbuatan tersebut? Apakah karena orangtua kita lebih baik dalam mendidik anak-anak kita  Atau hanya demi mengejar karir?

Kedua, pastikan apakah orangtua kita merasa terhibur dengan kehadiran cucu-cucu di rumahnya setiap hari? Atau malah mengganggu kesibukan mereka, orangtua kita dengan usianya yang semakin senja dan tubuh yang tak seoptimal dahulu malah merasa kelelahan dan terbebani.

Apalagi jika kita tak memberikan bakti berupa uang lagi setelah orangtua kita berhenti menjaga anak-anak kita. takkah hal itu akan membuat orangtua merasa bahwa mereka hanya digaji karena menjaga anak-anak kita?

Perhatikanlah, jika niat kita hanya meraih jenjang karir yang tinggi kemudian orangtua terbebani maka perbuatan kita termasuk dzalim dan hal itu merupakan dosa.

Dosa karena telah mengesampingkan kewajiban mendidik anak sekaligus mendzalimi orangtua kita. Naudzubillah min dzalik.